Jumat, 07 Agustus 2026

Fotografer Dadakan Keluarga Tanpa SePeLe

Fotografer Dadakan Keluarga Tanpa SePeLe

Kalau ada pembagian tugas di setiap acara keluarga, saya sepertinya sudah punya "jabatan tetap". Bukan bagian konsumsi, bukan juga penerima tamu. Entah sejak kapan, saya selalu dipercaya menjadi fotografer dadakan.

Mulai dari ulang tahun keponakan, wisuda adik, reuni keluarga besar, sampai acara sederhana seperti makan malam bersama, kalimat yang paling sering saya dengar selalu sama.

"Tolong fotoin, ya!"

Lucunya, saya sendiri sebenarnya menikmati peran itu. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mengabadikan senyum tulus orang-orang yang saya sayangi. Apalagi sekarang kualitas kamera ponsel sudah semakin bagus. Rasanya sayang kalau momen berharga tidak didokumentasikan dengan maksimal.

Setiap acara, saya selalu datang dengan baterai ponsel penuh dan memori penyimpanan yang sudah dikosongkan. Saya bahkan sering mencari referensi pose keluarga sebelum acara dimulai supaya hasil fotonya lebih menarik.

Bisa dibilang, saya jarang ada di dalam foto karena lebih sering berdiri di balik kamera. Tapi tidak apa-apa. Melihat semua orang tersenyum puas saat melihat hasil fotonya sudah membuat saya ikut bahagia.

Sampai akhirnya saya sadar, ada "harga" kecil yang harus dibayar dari kebiasaan itu.

Saat Mata Mulai Tidak Nyaman


Beberapa bulan lalu, keluarga kami mengadakan reuni besar. Hampir semua saudara berkumpul setelah sekian lama tidak bertemu. Momen seperti ini tentu tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Sejak pagi saya sudah sibuk memotret. Mulai dari foto keluarga inti, keluarga besar, candid anak-anak bermain, sampai berkali-kali mengatur posisi semua orang agar tidak ada yang tertutup.

Karena ingin hasilnya sempurna, saya terus menatap layar ponsel untuk memastikan pencahayaan, fokus, dan komposisi fotonya pas. Sesekali saya memperbesar hasil foto untuk mengecek apakah semua wajah terlihat jelas.

Tidak terasa hampir dua jam saya melakukan hal yang sama.

Awalnya mata mulai terasa SEpet. Saya pikir mungkin hanya karena terlalu lama melihat layar ponsel di bawah sinar matahari. Saya tetap melanjutkan memotret karena masih banyak momen yang ingin saya abadikan.

Namun, semakin lama mata mulai terasa PErih. Saya jadi lebih sering berkedip dan sesekali mengusap mata karena rasa tidak nyamannya mulai mengganggu.

Puncaknya terjadi saat sesi foto bersama seluruh keluarga. Saya harus beberapa kali berpindah posisi sambil terus melihat layar kamera agar semua orang masuk ke dalam frame. Saat itulah mata terasa semakin LElah dan berat. Konsentrasi saya mulai berkurang, bahkan beberapa hasil foto menjadi kurang tajam karena saya tidak lagi fokus.

Padahal, momen itu sudah kami tunggu sejak lama.

Sepulang dari acara, saya mulai mencari tahu penyebabnya. Ternyata apa yang saya alami termasuk Gejala Mata Kering. Mata SEpet, PErih, dan LElah memang menjadi gejala yang paling sering dirasakan, tetapi banyak orang tidak menyadarinya. Faktanya, sekitar 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering, dan sekitar 50% di antaranya bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami kondisi tersebut.

Pengalaman itu membuat saya berpikir. Selama ini saya selalu sibuk memastikan semua orang bisa menikmati momen keluarga, tetapi saya justru lupa menjaga kenyamanan mata sendiri.

Sejak saat itu saya mulai mengubah beberapa kebiasaan. Kalau sedang memotret dalam waktu lama, saya sesekali mengalihkan pandangan ke objek yang jauh agar mata bisa beristirahat. Saya juga lebih rutin minum air putih, menghindari mengucek mata, dan memberi jeda setelah terlalu lama menatap layar kamera atau ponsel.

Insto Dry Eyes Jadi Teman Andalan


Selain mengubah kebiasaan, saya juga mulai mencari solusi ketika gejala mata kering muncul. Dari teman sesama pecinta fotografi, saya mengenal Insto Dry Eyes.

Setelah mencobanya, saya merasa Insto Dry Eyes membantu memberikan kelembapan pada mata sehingga membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat gejala mata kering.

Sekarang, setiap kali menghadiri acara keluarga, Insto Dry Eyes selalu masuk ke dalam tas bersama kamera dan power bank. Jadi, ketika mata mulai terasa SEpet, muncul sensasi PErih, atau mulai LElah, saya cukup Tetesin Insto Dry Eyes sesuai aturan pakai. Setelah itu, mata terasa lebih nyaman sehingga saya bisa kembali fokus mengabadikan setiap momen tanpa terganggu.

Buat saya, foto bukan sekadar gambar, tetapi kenangan yang bisa diceritakan kembali bertahun-tahun kemudian. Karena itu, saya tidak ingin momen berharga terganggu hanya karena menganggap remeh kesehatan mata.

Kalau saya boleh berbagi pengalaman, jangan tunggu sampai mata terasa sangat tidak nyaman baru mulai peduli. Menjaga kesehatan mata bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memberi waktu istirahat pada mata, mengurangi menatap layar terlalu lama, dan menyiapkan solusi saat gejala mata kering muncul.

Yuk, jangan anggap remeh gejala SePeLe. Dengan mata yang nyaman, kita bisa lebih fokus menikmati sekaligus mengabadikan setiap momen berharga bersama keluarga. Bersama #InstoDryEyes, mari wujudkan #BebasMataKering dan selalu ingat bahwa #MataSePeLeJanganSepelein.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar